
Saman
merupakan kesenian tradisional Banten yang bermedia gerak tari dan lagu. Dalam
pengugkapan nya bernafaskan keagamaan dan mengandung unsur hiburan serta
kegembiraan. Kesenian saman dimainkan oleh 15 sampai 20 orang pemain laki-laki
dengan menggunakan property hihid/kipas, yang terbuat dari kulit kerbau dengan
panjang kurang lebih 70 cm.
Seni
saman pada awalnya di tampilkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat muslim setempat atas diutusnya seorang
pembawa titah dan ajaran Allah SWT. Pada perkembangannya seni saman mulai di
pentaskan pada upacara-upacara adat lain seperti khitanan dan pernikahan.
Istilah
seni saman Banten berbeda seca fungsi dengan saman di Aceh walaupun secara
nama ada persamaan. Istilah saman di
Banten ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa kata saman berasal dari kata
tarekat samaniah. Ada pula yang mengatakan saman diambil dari nama tokoh
pesantren yaitu Sheikh Saman. Serta ada yang menyebutkan saman berasal dari
kata Samar.
Seni
saman Pandeglang masih berkembang di sekitar daerah saketi, menes dan pagelaran
dengan para tokohnya Bapak Sarka Afandi (alm) dan Abah Surya sebagai generasi
berikutnya.
Bentuk
penyajian seni saman pada awalnya dipentaskan sampai semalam suntuk apabila
babakan tersebut di bawakan secara utuh. Namun pada perkembangan saat ini
setelah berfungsi sebagai seni hiburan di samping sebagai ritual keagamaan.
Pementasan seni saman dapat menyesuaikan berdasarkan acara yang sudah di kemas,
artinya baik secara struktur maupun durasi waktu dapat di perpendek sesuai
kebutuhan. Struktur penyajian seni saman terbagi dalam tiga babakan, yaitu
sebagai berikut.
- Dzikir Maulid
Dzikir Mauilid,yaitu membaca kitab yang diberi nama
kitab barjanji atau sejarah lahir nabi. Didalam syairnya terdapat lantunan
dengan menggunakan asma Allah dan pujian serta shalawat kepada kanjeng Nabi
Muhammad SAW. Posisi pemain duduk bersila berhadapan seraya memegang hihid,
suasana khidmat dan sacral.
- Asraqal
Bagian ini menonjolkan musik khas saman yaitu vocal
yang melengking tinggi dengan sebutan beluk. Musik ini selintas seperti bunyi
trompt dan penyanyinya mempunya kekuatan vocal diatas sofranino serta tanpa
iringan music. Posisi penari terkadang berdiri dan terkadang jongkok sambil
memukulkan hihid dengan pasangan masing-masing di sesuaikan dengan irama beluk.
Syair yang dilantunkan masih berkisar shalawatan namun tidak jelas (samar)
- Saman
Saman merupakan bagian dari akhir pertunjukan
sebagai hiburan, yaitu menari bersama dengan iringan music beluk diselingi
dengan bunyi vikal yang bersahut-sahutan yang disebut alok atau senggak, semua
pemain menari atau ngalage.
Sebenernya gerakan dalam tari saman tidak ada yang
baku,hanya improvisasi pemain dengan gerakan ritmis mengikuti irama beluk atau
lagu. Terkadang bunyi vocal yang dibawakan menyerupai gamelan (kendang atau
gong). Syair lagu dalam saman mempunyai bahasa yang unik karena sulit untuk
diartikan, seperti memiliki perkiraan dua bahasa, yaitu bahasa arab Persia dan
sunda yang sudah membaur menjadi satu bahasa. Inilah kekayaan dan sekaligus
cirri khas dari kesenian saman itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar