Rabu, 01 Juli 2015

SAMAN



Description: RcGoptRmsOOQtNO7_D_oDJGhY9ElVY9L6ytSW1bjwtiZQz3Uda0k1YLp-7lwcFDk82F_dnv6S61L-1ky0-N50BfSL46Kw1xGey5ed1mQIsS0L2BqNPre=w495-h297-nc
Saman merupakan kesenian tradisional Banten yang bermedia gerak tari dan lagu. Dalam pengugkapan nya bernafaskan keagamaan dan mengandung unsur hiburan serta kegembiraan. Kesenian saman dimainkan oleh 15 sampai 20 orang pemain laki-laki dengan menggunakan property hihid/kipas, yang terbuat dari kulit kerbau dengan panjang kurang lebih 70 cm.
Seni saman pada awalnya di tampilkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat muslim setempat atas diutusnya seorang pembawa titah dan ajaran Allah SWT. Pada perkembangannya seni saman mulai di pentaskan pada upacara-upacara adat lain seperti khitanan dan pernikahan.
Istilah seni saman Banten berbeda seca fungsi dengan saman di Aceh walaupun secara nama  ada persamaan. Istilah saman di Banten ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa kata saman berasal dari kata tarekat samaniah. Ada pula yang mengatakan saman diambil dari nama tokoh pesantren yaitu Sheikh Saman. Serta ada yang menyebutkan saman berasal dari kata Samar.
Seni saman Pandeglang masih berkembang di sekitar daerah saketi, menes dan pagelaran dengan para tokohnya Bapak Sarka Afandi (alm) dan Abah Surya sebagai generasi berikutnya.
Bentuk penyajian seni saman pada awalnya dipentaskan sampai semalam suntuk apabila babakan tersebut di bawakan secara utuh. Namun pada perkembangan saat ini setelah berfungsi sebagai seni hiburan di samping sebagai ritual keagamaan. Pementasan seni saman dapat menyesuaikan berdasarkan acara yang sudah di kemas, artinya baik secara struktur maupun durasi waktu dapat di perpendek sesuai kebutuhan. Struktur penyajian seni saman terbagi dalam tiga babakan, yaitu sebagai berikut.
  1. Dzikir Maulid
Dzikir Mauilid,yaitu membaca kitab yang diberi nama kitab barjanji atau sejarah lahir nabi. Didalam syairnya terdapat lantunan dengan menggunakan asma Allah dan pujian serta shalawat kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW. Posisi pemain duduk bersila berhadapan seraya memegang hihid, suasana khidmat dan sacral.

  1. Asraqal
Bagian ini menonjolkan musik khas saman yaitu vocal yang melengking tinggi dengan sebutan beluk. Musik ini selintas seperti bunyi trompt dan penyanyinya mempunya kekuatan vocal diatas sofranino serta tanpa iringan music. Posisi penari terkadang berdiri dan terkadang jongkok sambil memukulkan hihid dengan pasangan masing-masing di sesuaikan dengan irama beluk. Syair yang dilantunkan masih berkisar shalawatan namun tidak jelas (samar)
  1. Saman
Saman merupakan bagian dari akhir pertunjukan sebagai hiburan, yaitu menari bersama dengan iringan music beluk diselingi dengan bunyi vikal yang bersahut-sahutan yang disebut alok atau senggak, semua pemain menari atau ngalage.
Sebenernya gerakan dalam tari saman tidak ada yang baku,hanya improvisasi pemain dengan gerakan ritmis mengikuti irama beluk atau lagu. Terkadang bunyi vocal yang dibawakan menyerupai gamelan (kendang atau gong). Syair lagu dalam saman mempunyai bahasa yang unik karena sulit untuk diartikan, seperti memiliki perkiraan dua bahasa, yaitu bahasa arab Persia dan sunda yang sudah membaur menjadi satu bahasa. Inilah kekayaan dan sekaligus cirri khas dari kesenian saman itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar